Senin, 13 Maret 2017

Kebenaran Tentang Bahasa Tubuh

Bagaimana Menyesuaikan Bahasa Tubuh Saat Presentasi?

Kursus public speaking, pelatihan public speaking, training public speaking, kelas public speaking, biaya public speaking, sekolah public speaking,  skill presentasi, teknik presentasi, jago presentasi, ahli presentasi, public speaking surabaya



Bahasa tubuh merupakan ekspresi lahiriah dari kondisi batin. Pembicara yang pikiran dan perasaannya mengalir bagai mata air pegunungan di dalam dirinya tidak akan terlalu kesulitan mengungkapkan bahasa tubuhnya, hanya perlu diarahkan agar vpenggunaannya tepat.

1. Bahasa Tubuh yang Semata-mata Menarik Perhatian adalah Bahasa Tubuh yang Buruk.

Tujuan bahasa tubuh adalah untuk menyampaikan pikiran dan perasaan Anda kepada benak dan  hati para pendengar Anda. Perubahan sikap tubuh bisa menjadi bahasa tubuh yang paling efektif. Bahasa tubuh yang sejati dihasilkan oleh semangat yang sejati.

2. Bahasa Tubuh Seharusnya Timbul Akibat Momentum.

Evaluasi bahasa tubuh Anda, perhatikan mana yang tidak berguna, kasar, dan aneh, atau bahasa tubuh mana yang lebih baik tidak boleh dan boleh ditampilkan pada kesempatan berikutnya. Memahami diri sendiri sangat berbeda dengan menyadari diri sendiri. Anda haru smampu membedakannya dengan baik agar bisa mengembangkan bahasa tubuh yang spontan dan tetap terus-menerus melatihnya.

3. Hindari Bahasa Tubuh yang Monoton.

Seefektif apapun satu bahasa tubuh, jangan gunakan terlalu sering. Kemonotonan akan menghancurkan keindahan dan kekuatan.

4. Gerakan yang Tidak Penting Justru Melemahkan.

Kegelisahan bukanlah ekspresi. Semakin banyak gerakan yang tidak berguna justru semakin mengalihkan perhatian audiensi dari apa yang sedang Anda ucapkan. Secara alami, perhatian kita akan teralihkan oleh objek yang sedang bergerak.

5. Bahasa Tubuh Harus Mendahului atau Serempak dengan Ucapan.

Lady Machbeth mengatakan “Perlihatkan keramahan melalui mata Anda, tangan Anda dan lidah Anda”. Membalik urutan ini berarti Anda memperlihatkan lelucon.

6. Jangan Membuat Gerakan yang Mengentak-entak.

Biarkan gerakan-gerakan Anda terbiasa mengalir dengan luwes dari bahu,  bukan dari siku. Namun, jangan melakukan gerakan ekstrem atau gerakan yang menimbulkan kesan kelesuan. Bubuhi bahasa tubuh Anda dengan sedikit “sengatan” dan semangat.

7. Mimik Wajah Juga Penting.

Gerakan otot-otot wajah bisa menjadi jauh lebih penting daripada gerakan tangan. Mata disebut sebagai jendela jiwa. Melalui mata, terpancar cahaya pikiran dan perasaan kita.

8. Jangan Menggunakan Bahasa Tubuh Secara Berlebihan.

Jangan takut kepada orang yang mengacung-acungkan tangan seraya meneriakkan amarahnya. Namun, orang yang bersikap tenang, pandangan berapi-api. Wajah merah padam, mungkin akan menghancurkan Anda. Banyak bicara bukanlah kekuatan. Cermati prinsip ini pada alam dan praktikkan dalam penyampaian pidato Anda.

9. Sikap Tubuh.

Sebenarnya, sikap tubuh yang ditampilkan di hadapan audiensi merupakan bagian dari bahasa tubuh. Hanya, sikap tubuh harus sesuai, bukan dengan aturan-aturan, tetapi dengan semangat yang ingin disampaikan melalui pidato dan kesempatan itu. Jangan berdiri dengan kedua tumit menempel seperti tentara, juga berdiri dengan kaki melebar seperti polisis lalu lintas. Bersikaplah dengan baik dan bersahaja.

Jadi, menguasai kekuatan, ketenangan, keluwesan, dan keeleganan tubuh merupakan dasar dari bahasa tubuh yang baik, karena elemen-elemen tersebut merupakan tanda-tanda vitalitas. Tanpa vitalitas, pembicara tidak akan memiliki kekuatan. Jangan terus-menerus berdiri dalam sikap tubuh yang sama. Sealami apapun bahasa tubuh Anda, masih ada kemungkinan untuk meningkatkannya.



More info? Kunjungi www.PublicSpeakingSurabaya.id

Atau hubungi Marketing Kami di 0822-6073-8344 (GIO)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar